Manusia memiliki 2 unsur di dalam diri yang berperan dengan kehidupannya yaitu unsur fisik dan non fisik. unsur fisik adalah tubuh anda beserta semua panca indranya, sedangkan non fisik adalah pikiran anda. keduanya memiliki peran yang berbeda namun berada di dalam satu bentuk yaitu diri anda. keduannya tidak dapat berdiri sendiri sehingga salaing bergantung. seperti halnya tubuh tidak akan menjalankan fungsinya tanpa adanya pikiran, begitu juga pikiran tidak dapat terwujud tanpa di bantu oleh tubuh sebagai pelaksananya.
Contoh Kekuatan Pikiran
Dikisahkan, ada seorang ibu yang sangat menyayangi putra tunggalnya. karena rasa kuatir yang sangat, ti tambah maraknya penderita penculikan di media masa, si ibu pun memberi nasihat putra nya, “ nak, kalau matahari sudah tidak bersinar lagi, jangan keluar rumahya. Karena saat gelap seperti itulah roh jahat mulai bermunculan. ada yang di sebut kuntilanak, gunderuwo, dan lain2. pokoknya mahkluk jelek, hitam, dan jahat. maka belajar baik-baik saja ya di rumah, terutama malam hari, OK” sang anak yang sedikit penakut, dengan senang hati mematuhi nasihat ibunya.
Setelah beranjak remaja, si anak tumbuh menjadi pemuda cilik yang penakut dan pengecut. seringkali, ketakutannya yang berlebihan itu terbawa-bawa dalam mimpi. tidak jarang, ketika tidur ia tiba-tiba terbangun dengan berteriak histeris serta bersimbah peluh ketakutan.
Kedua orang tuannya pun menjadi khawatir melihat perkembangan jiwa si anak. Berbagai nasihat bernada menghibur yang di sampaikan si orang tua kepada anaknya tidak bermanfaat sama sekali. Bahkan, kadang si anak justru merasa orangtuanya berusaha mmencelakai dia.
Suatu hari, sang kakek mendngar kondisi cucunya tersebut. Maka, ia pun segera menyempatkan diri berkunjung ke rumah anaknya. setelah memikirkan dengan seksama, suatu sore, si kakek mengajak cucunya berjalan-jalan ke pasar malam bersama-sam dengan beberapa orang tetangga dengan teman si cucu. Sesampainya di pasar malam itu, mereka pun bersenang-senang. Sang cucu dan teman-temannya bermain dan melihat berbagai pertunjukan hingga malam hari. Setelah puas dan lelah bermain, mereka pun berjalan kaki pulang ke rumah.
Tiba di rumah, si kakek meneruskan berbincang santai dengan cucunya.”Cucuku, terang dan gelap adalah sifat alam. Tidak ada hubungannya dengan roh gentayangan dan kejahatan. sudah kita buktikan sendiri, kan? Bukankah sepanjang jalan dalam kegelapan tatdi tidak ada satu pun roh jahat yang menggaggu? Ketahuilah, roh jahat hanya ada di pikiran mu saja. Usir dia dari pikiranmu, maka tidak akan ada yang nemanya roh jahat di muka bumi ini. kakek yang sudah setua ini telah membuktikan nya sendiri. Ketakutan hanya ada di pikiran kita.
Gunakan pikiranmu untuk hal-hal yang baik, maka engkau akan membuat sagalanya menjadi baik, indah, dan membahagiakan.”
Demikianlah, berkat kata-kata bijak dari si kakek, lewat proses waktu, akhirnya si cucu mampu mengubah mindset dan memiliki kesehatan mentalitas yang positif. ia pun tumbuh jadi pemuda yang pemberani.
Pembaca yang budiman, Mendidik anak dengan nada ancaman atau dengan menekutinya, walaupun untuk tujuan yang baik, bisa berdapak buruk dan merusak kesehatan mental, bila tidak di sertai dengan penertian benar!
Komentar
Posting Komentar